JEMBRANA, MediaBaliNews – Kapolres Jembrana AKBP Dewa Gde Juliana memperkirakan ada peningkatan arus mudik tahun ini mencapai 4,4% dari pada arus mudik tahun 2022.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Dewa Juliana saat di temui di Aula Polres Jembrana, Kamis (6/4). Pihaknya akan menerapkan Delay Sistem bila terjadi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk.
“Kantong parkir khusus truk akan berada di wilayah Pengeragoan dan Negara setelah pemberlakuan pembatasan untuk kendaraan tertentu. Kendaraan yang mengangkut bahan pokok makanan penting tetap dikecualikan dari pembatasan,” jelasnya.
Ia berencana akan menerjunkan 600 sampai 700 personil termasuk personal dari instansi terkait untuk mengamankan arus mudik lebaran. Pihaknya juga telah mempersiapkan pola-pola dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk ASDP Ketapang.
“Kami telah menyiapkan 4 pos pam, 1 pos pelayanan, dan 1 pos terpadu di jalur Gilimanuk-Denpasar. Mereka juga telah mempersiapkan pola pengalihan arus di wilayah Negara dan di wilayah Melaya jika di Pelabuhan Gilimanuk terjadi kemacetan,” ujarnya.
Untuk skema pengalihan arus, pihaknya akan memanfaatkan cargo di Pelabuhan Gilimanuk untuk sepeda motor, kendaraan kecil, dan bus. Dirinya juga menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas jika ada gangguan selama arus mudik.
“Skema pengalihan arus akan dimulai saat Ops Ketupat dilaksanakan dari tanggal 18 April sampai tanggal 1 Mei 2023,” pungkasnya. (gsn/mbn)























