JEMBRANA, MediaBaliNews – Guna mengatasi kesulitas air bersih yang melanda warga di Desa Penyaringan dan Desa Yehembang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Jati akan memberikan bantuan berupa penggunaan jaringan air milik PDAM.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur PDAM Amerta Jati, Gede Puriawan, dimana pihaknya telah bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat melalui desa adat.
“PDAM juga telah menyediakan keran air umum untuk distribusi kebutuhan air sementara bagi masyarakat. Sebelumnya masyarakat sudah bersurat kesini untuk ijin meminjam jaringan air milik PDAM untuk sementara,” kata Puriawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/6).
Mengakomidir hal tersebut, untuk sementara ia memberikan ijin penggunaan jaringan air milik PDAM, lantaran jaringan air tersebut belum beroprasi kembali.
“Jika besok jaringan air tersebut sudah bisa beroprasi kembali, maka ijin peminjaman akan diberhentikan seperti yang tertera di surat tersebut dan air sudah mulai normal,” jelasnya.
Ditempat yang terpisah, Kepala Desa Penyaringan, I Made Dresta mengatakan saat ini lebih dari 800 KK warganya kesulitan mendapatkan air bersih pasca banjir yang melanda pada Oktober 2022.
“Lebih dari 800 KK warga saya kesulitan mendapatkan air bersih, ada 8 banjar yang terdampak sampe saat ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pihaknya mengapresiasi bantuan yang diberikan dari pihak PDAM dan Polres Jembrana berupa aliran pipa air dan pembangunan penampungan air.
“Saya sangat berterimakasih atas bantuannya, saat ini sekitar 80 KK warga saya di banjar Pangkung Kwa saat ini bisa memanfaatkan bantuan penampungan air tersebut dan rencananya akan diperluas kembali, ” tandas Dresta. (gsn/mbn)























