Wednesday, April 22, 2026
Wednesday, April 22, 2026

Balita 3,5 Tahun Tewas Tenggelam Di Twin Tower

JEMBRANA, MediaBaliNews – Nasib Naas dialami IPBR Bocah laki-laki umur 3,5 thn asal Kelurahan Dauhwaru. Lantaran dirinya meninggal akibat tenggelam di kolam yang berada di Gedung Kesenian Ir. Suekarno (Twin Tower), Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Jumat (17/3).

Peristiwa itu berawal saat Ni Nyoman Suastini (53) mengajak korban (cucunya) bermain di area bermain anak-anak yang berada dibelakang Gedung Kesenian Ir. Suekarno (Twin Tower) sekira pukul 14.50 Wita.

Selang waktu, kurang lebih 10 menit setelah bermain di area bermain, nenek korban melihat korban berlari ke arah barat menuju arah kolam di bagian barat. Nenek korban yang berada di lokasi berusaha mengejar dan memanggil korban, namun korban terus berlari dan menceburkan diri ke kolam yang diketahui kedalaman kolam 150 centi meter.

Mengetahui korban menceburkan diri ke kolam, nenek korban berteriak meminta tolong warga yang berada di lokasi.

Sementara, Jhony Aladin Silalahi (51) yang saat kejadian berada di utara area permainan, dirinya diberitahu oleh anaknya bahwa ada anak kecil melompat ke kolam, awalnya ia tidak percaya. Namun setelah melihat ada seorang ibuk-ibuk berteriak meminta tolong, dirinya bergegas untuk menuju ke lokasi dan turun ke kolam untuk mengangkat tubuh korban.

Saat turun ke kolam, Jhony melihat korban dalam posisi terlentang dan masih melihat ada gerakan di mukut korban saat berada di air. Selanjutnya korban dibawa warga lain ke Rumah Sakit BaliMed untuk mendapatkan pertolongan.

Dari hasil pemeriksaan doker jaga di Rumah Sakit Bali Med mengatakan korban sampai sekira pukul 15.05 Wita dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saat diperiksa sudah tidak denyut nadi pada korban, keluar cairan pada mulut korban, saat dilakukan rekam jantung namun hasilnya sudah tidak ada tanda-tanda. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Baca Juga :  Paparkan Sabha Wana Kerthi, Bupati Tamba Jadi Pembicara di Festival LIKE II KLHK

Sementara, Kapolsek Jembrana Iptu I Putu Budi Santika menjelaskan bahwa korban datang untuk bermain bersama neneknya yang kebetulan orang tua korban sedang bekerja.

“Informasinya kesini bersama nenek dan kemungkinan kita duga teledor atau mungkin kurang pengawasan sehingga cucunya tercebur kedalam kolam, ” jelasnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun korban sudah tidak dapat diselamatkan.

“Korban sempat ditolong oleh masyarakat yang ada dilokasi dan sempat diberikan pertolongan pertama dan kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Bali Med. Sesampainya di Rumah Sakit, korban tidak bisa diselamatkan (meninggal dunia), ” ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa di luar area bermain bukan kawasan untuk bermain anak karena kurangnya pembatas atara kolam.

“Untuk sisi selatan memang berisi pagar pembatas, namun untuk disisi barat memang tidak ada pembatas pagar. Sebenarnya di sebelah sini bukan tempat untuk anak bermain, sebenarnya Bapak Bupati sudah mempersiapkan tempat bermain yang sebenarnya sudah safety dan di sana memang tidak boleh keluar dan orang tua atau pengantar berada di pintu tempat bermain anak itu,” tegasnya.

Ia mengatakan untuk saat ini pihak keluarga masih syok dan tidak dapat dimintai keterangan. “Untuk kondisi keluarga saat ini masih syok dan untuk sementara belum bisa untuk dimintai keterangan. Karena kondisi dari pada keluarga besarnya masih syok, ” pungkasnya.

Terhadap jasad korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Lingkungan Dauhwaru. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI