Thursday, January 15, 2026
Thursday, January 15, 2026

Diduga OC, Pikap Hantam Pohon Perindang Hingga Nyebur Sawah di Jembrana

JEMBRANA, MediaBaliNews – Diduga out of control (OC) sebuah pikap bermuatan pekerja buruh harian oleng menghantam pohon perindang hingga nyebur sawah, di jalan utama Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembarana, Jumat (16/12/2022). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sejumlah pekerja buruh mengalami cedera berat.

Pantauan MediaBaliNews di lokasi, peristiwa terjadi sekitar pukul 7.30 WITA, kendaraan pikap DK 8067 WT yang dikemudikan I Putu Murdiasa, (37) asal Kelurahan Baler Bale Agung, Negara, Jembrana terguling nyebur di tengah sawah sedalam kurang lebih sekitar 2 meter dari jalan. Posisi pikap terguling miring ke sebelah kanan setelah menabrak pohon perindang yang berada di pinggir jalan.

Dari informasi, pikap bermuatan 8 orang pekerja buruh ini melaju dari arah timur atau arah Denpasar menuju ke arah Gilimanuk. Saat tiba di TKP, tepatnya sekitar 20 meter di barat rumah makan Bidadari Negara, kondisi jalan menikung landai ke kanan. Karena oleng, diduga pengemudi pikap lepas kendali, kemudian pikap masuk jalur sebelah kanan langsung menghantam pohon, hingga nyebur sawah pinggir got.

“Kebetulan saya dekat dengan TKP, kejadian kurang lebih sekitar jam setengah delapan WITA. Kemudian saya langsung meluncur ke sana, melihat sudah ada korban bergelimpangan sekitar 8 orang,” tutur salah seorang warga, Cipto (49) yang saat itu sempat ikut mengevakuasi korban.

Saat itu, lanjut tuturnya, sempat menaikan para korban menggunakan kendaraan pikap miliknya untuk dibawa ke rumah sakit. “Yang saya bawa dengan pikap saya sendiri sekitar 6 orang dan di mobil ambulance sepengetahuan saya sekitar dua korban,” ungkapnya.

Sementara pengemudi pikap, I Putu Murdiasa (37) mengaku panik saat mengalami mobil pikapnya oleng. “Karena jalannya licin, apa remnya blong, apa bannya pecah saya kurang ngerti juga. Terus mobilnya oleng ke kanan, padahal larinya tidak begitu kencang,” akunya.

Baca Juga :  Pastikan Penataan Gedung Kesenian Ir. Soekarno Sesuai Target, Bupati Tamba Lakukan Pemantauan

Pengemudi yang membawa buruh pekerja proyek irigasi di wilayah Kecamatan Melaya ini juga mengaku, tidak bisa menguasai kendaraannya saat oleng, sehingga menyebabkan kecelakaan tersebut. “Mau ngantar tenaga kerja ke Melaya, sudah berusaha ngerem tidak bisa langsung nabrak pohon,” imbuhnya.

Akibat kejadian tersebut, mobil pikap mengalami ringsek bagian bak samping kiri, pecah kaca depan dan pintu samping kiri serta pecah ban depan sebelah kiri. Kemudian Pikap dievakuasi menggunakan derek.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun dari informasi, korban yang mengalami luka berat sebanyak 7 orang. Dari jumlah tersebut 3 orang mengalami cedera kepala berat (CKB) dan saat ini sudah dilakukan penanganan di RSU Negara. (cak/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI