JEMBRANA, MediaBaliNews – Bupati Jembrana I Nengah Tamba menitipkan pesan kepada seluruh Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilihan Umum) desa dan kelurahan se-Kabupaten Jembrana agar memiliki karakter dan jati diri sebagai pengawas yang mampu menjaga integritas dan berani sesuai kode etik Bawaslu.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tamba saat menghadiri pelantikan 51 orang Panwaslu kelurahan/Desa se-Kabupaten Jembrana yang dilantik Panwaslu Kecamatan di Ruang Rapat Hotel Jimbarwana, Senin (6/2). Turut hadir Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, perwakilan Forkopimda serta para Camat se Jembrana.
“Rekan-rekan semua merupakan bagian terpenting dan garda terdepan dari Bawaslu kabupaten Jembrana. Pahami dan laksanakan tugas dengan baik terutama dalam menjaga pelaksanaan pemilu agar berlangsung dengan aman dan tidak ada kecurangan. Itu menjadi harapak kita bersama ,” harapnya.
Bupati asal desa Kaliakah tersebut ingin agar mereka sebagai pengawas dalam action-nya nanti tidak ada intervensi dari pihak tertentu.
“Apa yang tupoksi mereka sebagai pengawas, cukup itu saja, jangan ada intervensi dari pihak tertentu maupun pihak manapun. Sekali lagi kita ingin, nantinya pemimpim yang lahir betul-betul murni hasil keputusan dari masyarakat ,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, Pande Made Ady Muliawan agar para Panwaslu disetiap desa dan kelurahan ini bersikap tidak deskriminatif dalam menjalankan tugas dan wewenang di lapangan.
“Semoga dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan harapan kita. Tentu dengan tetap mengedepankan integritas dan etika agar tercipta netralitas dalam penyelenggaraan pemilu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pande Made Ady Muliawan menuturkan setelah prosesi pelantikan ini, sekiranya di pertengaha bulan februari akan melakukan pembinaan teknis terhadap rekan-rekan panwaslu.
“Kita menyadari bahwa satu orang panwaslu saja mungkin tidak cukup untuk mengawasi masing-masing kelurahan/desa yang luasnya beragam dengan jumlah penduduk yang berbeda. Nah, tentu kami akan menyiapkan trik dan trobosan-trobosan terkait keterbatasan personil itu. Tetapi yang jelas semua panwaslu kita akan dibekali dengan pengetahuan serta kemampuan yang cukup sehingga semua tahapan dan subtahapan bisa terawasi dengan baik ,” pungkasnya. (gsn/mbn)























