SINGARAJA, MediaBaliNews – Gubernur Bali, Wayan Koster menjanjikan STAH MPU Kuturan Singaraja, lahan seluas 5 hektar yang berada di wilayah Buleleng Barat. Adapun wilayah Buleleng Barat yakni antara desa Patas ataupun di Pemuteran.
Janji hibah lahan tersebut terungkap saat Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri acara melaspas Tembok Penyengker dan penandatanganan Prasasti serta acara metatah massal di kampus STAHN Mpu Kuturan pada Minggu (9/7) siang.
“Akan diberikan (dihibahkan) lima hektar kalau tidak salah. Yang diminta kan di Patas (Kecamatan Georkgak). Nanti saya lihat lokasinya, apakah di Patas atau di Pemuteran,” katanya.
Pihaknya menyampaikan perkembangan STAHN Mpu Kuturan saat ini sudah sangat pesat. Salah satunya terlihat dari bangunannya yang mengusung konsep arsitektur khas Buleleng dengan penggunaan paras Sangsit yang ikonik.
“Saya ucapkan terima kasih kepada STAHN Mpu Kuturan yang tidak sekedar membangun, tetapi membangun dengan kearifan lokal. Karena mengusung konsep arsitektur Buleleng,” ucap Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula tersebut.
Membawa nama besar Mpu Kuturan, kata Koster tentu merupakan tanggung jawab besar. Semuanya harus dilandasi dengan niat yang baik, tulus dan jujur, mengingat Mpu Kuturan menjadi tokoh suci yang sukses menata kehidupan masyarakat Bali di eranya.
“Saya sebagai Gubernur dengan visi nangun sat kerti loka bali, salah satu yang saya jalankan adalah memperkuat kedudukan desa adat dengan menerbitkan Perda nomor 4 tahun 2019 tentang desa adat di Bali seperti yang beliau wariskan dulu yang menata desa adat,” jelasnya.
Ia pun menganggap STAHN Mpu Kuturan sudah layak meningkatkan status dari Sekolah Tinggi menuju Institut. Gubernur Koster akan mendukung penuh peningkatan status tersebut.
“Apalagi MenPAN RB itu teman seperjuangan. Pak Abdulah Aszwar Anas teman seperjuangan. Baru dua hari lalu beliau berkunjung ke Jaya Sabha, ngobrol bernonstalgia, berdua di ruangan sambal ngopi bareng-bareng. Nanti saya coba korfimasi sama beliau untuk selesaikan ini (peningkatan Status). Karena memang sudah layak. Secara sarana dan prasrana sudah bagus, jadi sudah sangat layak,” ungkapnya.
Bahkan, pihaknya optimis agar segera keluar status institute sebelum berakhir desember 2023. “Secara De facto kan sudah memenuhi syarat. Mahhasiswa juga sudah banyak, saya yakin sudah terepenuhi semua,” tutupnya. (ika/mbn)






















