JEMBRANA, MediaBaliNews – Hal membanggakan kembali dirasakan kelompok tani kakao di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana usai menjadi lokasi kunjungan studi tiru oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (4/12/2023).
Dalam agenda studi tiru tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulungan yang dihadiri oleh Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bulungan, Errin Wiranda bersama Plt Kabid Perindustrian, Joly Kamser Sinaga beserta jajaran memilih mengunjungi Koperasi Buana Merta Abadi atau kelompok tani kakao di Kabupaten Jembrana tentang pengembangan produk olahan coklat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Kakao dan Koperasi Buana Merta Abadi, Kadek Suantara mengatakan, dalam kunjungan tersebut pihaknya memperkenalkan produk olahan coklat dari hulu tentang budidaya, teknis budidaya hingga perawatan.
“Habis itu kita ada pengolahan hasil juga, atau unit pengolahan hasil disana yang berkaitan dengan fermentasi, dan ada pengeringan hingga pernyortiran biji kakao, ” ungkapnya.
Kemudian, dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyungguhkan coklat hangat produk dari Rumah Produksi Bersama (RPB) di Desa Kaliakah.
Lebih lanjut, dalam memperkenalkan proses produksi biji kakao, pihaknya mengajak para peserta studi tiru Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk mengunjungi RPB di Desa Kaliakah.
“Bagaimana caranya dari biji menjadi produk turunan seperti coklat pasta, butter, voder. Setelah itu ada juga produk yang bisa dikonsumsi seperti coklat bar dan minuman serbuk coklat, ” terangnya.
Dengan adanya kunjungan dalam rangka studi tiru dari luar daerah, pihaknya mengaku bangga lantaran dapat menjadi salah satu contoh tempat pengolahan coklat atau kakao yang baik.
Selain itu, menurutnya, kunjungan studi tiru ini juga merupakan tempat shareing tentang cara pengolahan produk coklat hingga cara budidaya dengan karakter biji coklat yang berbeda-beda dimasing-masing daerah.
Dengan adanya giat tersebut, pihaknya berharap petani Kakao di Jembrana, khususnya di Koperasi Buana Merta Abadi akan menjadi salah satu tempat kunjungan bagi para penggiat-penggiat kakao yang ada di Indonesia hingga manca negara.
“Dan ini merupakan salah satu yang menjadi tangtangan. Kita akan berbenah dan akan menjadi lebih baik lagi, ” pungkasnya. (gsn/mbn)


























