JEMBRANA, MediaBaliNews – Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali, sejumlah korban sementara dievakuasi ke RSU Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Kamis (3/6/2026).
Menurut informasi, KMP Tunu Pratama Jaya mengirimkan sinyal darurat pada pukul 23.20 Wib, hanya sekitar 24 menit setelah meninggalkan dermaga Pelabuhan Ketapang pukul 22.56 Wib. Selang 15 menit, tepat pukul 23.35 Wib, kapal terpantau tenggelam oleh petugas jaga Syahbandar.
Laporan awal dari Dermaga LCM Gilimanuk menyebutkan kapal mengalami kebocoran di ruang mesin, disusul dengan blackout total pukul 00.19 Wita. Tak lama berselang, kapal dilaporkan terbalik dan hanyut ke arah selatan. Titik koordinat terakhir kapal berada di posisi -08°09.371′, 114°25.1569′.
Tim SAR gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta tenaga medis dikerahkan sejak dini hari pukul 00.18 Wib, untuk melakukan evakuasi. Rigid Inflatable Boat (RIB) dan kapal-kapal penolong dikerahkan ke titik koordinat terakhir.
Dalam pelayaran itu, KMP Tunu Pratama Jaya dalam manifestnya tercatat mengangkut 53 penumpang dan 12 kru. Kapal ini juga membawa 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton. Saat ini tim Gabungan SAR masih melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang dan ABK.
Menurut informasi pada saat proses evakuasi hingga pukul 09.00 Wita terdapat 28 orang berhasil ditemukan, dimana 24 orang diantaranya dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi ke Polsek KP3 Gilimanuk. Sedangkan 4 orang dalam keadaan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RSU Negara.
Dalam peristiwa tersebut, sementara sampai dengan pukul 10.00 Wita terdapat sebanyak 4 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yang sudah dievakuasi ke RSU Negara.
Dimana, sebanyak empat jenazah tersebut satu dianyaranya berjenis kelamin perempuan dan tiga laki-laki yakni Anang Suryono alamat Jl. Serma ABD Rahman 35, Eko Sastrio (51) asal Lingk. Sukowidi, Elok Rumantini (36) asal Lingk. Sritanjung, dan Cahyani (45) asal Dsn. Krajan kulon.
“Saat ini tim kami sedang melakukan visum luar kepada jenazah untuk memudahkan indetifikasi korban,” ungkap Kabid Pelayanan Medik dan Kendali Mutu RSU Negara, dr Gusti Ngurah Putu Adnyana.
Sedangkan, di RSU Negara terdapat sebanyak 2 orang korban yang selamat yakni Supardi dan Abu Koir asal Banyuwangi. Mereka telah dievakuasi ke IGD RSU Negara dalam kondisi sadar, namun mengalami hiportemia dan nyeri kepala.
“Sudah diberikan air gula dan roti, jadi kita sudah siapkan komsumsi kepada pasien selamat yang dibawa ke IGD RSU Negara,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























