BANGLI, MediaBaliNews – Intensitas hujan yang sangat tinggi memicu bencana alam mematikan di wilayah Banjar Belong, Desa Suter, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
Seorang petani lokal bernama I Wayan Buda kehilangan nyawa setelah material tanah menimbun tubuhnya saat sedang mencari bambu. Musibah ini menambah daftar panjang korban akibat cuaca ekstrem yang melanda berbagai kawasan perbukitan di Pulau Dewata.
“Laporan kejadian baru kami terima dari BPBD Kabupaten Bangli pada Sabtu pagi sehingga tim segera bergerak menuju lokasi,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Nyoman Sidakarya saat memberikan keterangan resmi di Bangli, Sabtu (14/2).
Pria berusia lima puluh tiga tahun tersebut sedang beraktivitas bersama dua orang rekannya di lereng curam saat bencana terjadi. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri dari terkaman tanah namun Wayan Buda tidak sempat melarikan diri. Material longsor yang sangat tebal langsung menutup seluruh akses jalan serta menimbun tubuh korban secara seketika.
“Kejadiannya berlangsung begitu cepat sehingga korban langsung tertimbun sedangkan dua rekannya berhasil menyelamatkan diri ke tempat aman,” kata I Nyoman Sidakarya menjelaskan situasi darurat yang menimpa para petani pencari bambu tersebut.
Tim SAR gabungan mengerahkan unit anjing pelacak K9 dari Kepolisian Daerah Bali guna mendeteksi titik keberadaan jasad. Warga setempat juga membantu proses penggalian secara manual menggunakan alat sederhana sebelum bantuan alat berat tiba di lokasi. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangli akhirnya mengirimkan satu unit ekskavator untuk mempercepat pembersihan material tanah yang sangat luas.
“Upaya pencarian kami laksanakan dengan mengerahkan berbagai sumber daya termasuk bantuan unit K9 dari jajaran Polda Bali,” imbuh I Nyoman Sidakarya saat memantau jalannya operasi evakuasi di lereng Desa Suter.
Petugas akhirnya menemukan jasad korban pada kedalaman sekitar dua meter di sisi timur dari titik awal longsoran. Posisi tubuh Wayan Buda terlihat tertelungkup dengan kaki kanan yang masih terjepit kuat oleh batang kayu besar. Tim penyelamat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melepaskan jepitan kayu tersebut sebelum mengangkat jenazah ke permukaan.
“Korban kami temukan dalam posisi telungkup serta kaki kanan masih terjepit batang kayu saat tim melakukan proses penggalian,” ucap I Nyoman Sidakarya merinci kondisi korban saat ditemukan oleh tim gabungan di lapangan.
Pihak kepolisian langsung melakukan proses identifikasi jenazah sebelum menyerahkan jasad tersebut kepada pihak keluarga yang berduka. Operasi SAR secara resmi berakhir setelah petugas memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun di bawah material tanah. Seluruh personel gabungan dari TNI hingga relawan kembali ke satuan masing-masing setelah menjalankan tugas kemanusiaan tersebut.
“Kami mengucapkan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta berterima kasih atas dedikasi seluruh unsur tim gabungan hari ini,” tutur Sidakarya. (ang/mbn)






















