JEMBRANA, MediaBaliNews – Baru berjalan dua hari, Satuan Lalulintas Polres Jembrana tindak puluhan pelanggar dalam Operasi Zebra Agung 2024, Rabu (16/10/2024).
Dalam Operasi Zebra Agung 2024 ini menyasar beberapa pelanggaran seperti berkendara melawan arus, berkendara di bawah pengaruh alkohol atau menggunakan handphone, tidak menggunakan helm standar SNI (Roda 2) dan sabuk pengaman (Roda 4).
Selain itu terdapat juga pelanggaran lain seperti pengendara di bawah umur, kendaraan tanpa surat-surat lengkap dan modifikasi tidak standar (Knalpot Brong), dan pelanggaran rambu lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Oktamawan Abrianto menjelaskan, dalam Operasi yang berlangsung dihari pertama yakni hari Senin 14 Oktober 2024 terdapat puluhan pelanggar yang dilakukan penindakan oleh petugas dilapangan.
“Terdapat sebanyak 30 pengendara kita berikan teguran dan 18 pengendara kita lakukan penindakan berupa tilang, ” ungkapnya.
Kemudian, pada Selasa 15 Oktober 2024 jumlah pelanggar mengalami peningkatan. Dimana, pihaknya melakukan teguran terhadap 40 pengendara dan melakukan tilang terhadap 20 pengendara.
“Pelanggarannya mulai dari melawan arus, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan safety belt, dan bermuatan lebih, ” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Dengan mengusung tema “Mendukung Suksesnya Pelantikan Presiden/Wakil Presiden Terpilih Serta Mengajak Masyarakat Untuk Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Kamseltibcarlantas Yang Aman dan Nyaman”, Polres Jembrana melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Agung 2024, Senin (14/10/2024).
Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Agung 2024 tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto. Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengatakan terdapat beberapa target utama yang menjadi perhatian, khususnya perilaku pengendara yang berpotensi menyebabkan pelanggaran lalu lintas, kemacetan, maupun kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, hal tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat di wilayah Bali. (gsn/mbn)


























