JEMBRANA, MediaBaliNews – Nasib pilu dialami I Gusti Ketut Arnaya (61), lantaran bangunan rumah miliknya ambruk diduga disebabkan oleh angin kencang pada hari Kamis pagi (17/8) sekitar pukul 09.00 wita.
Beralamat di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Menurut keterangan pemilik rumah bahwa bangunan rumah yang berukuran 6 meter x 5 meter tersebut sebelumnya telah mengalami kerusakan retak akibat gempa 3 bulan yang lalu. Karena sudah retak maka saat diguyur hujan dan angin kencang, rumah miliknya roboh.
“Pada gempa beberapa waktu lalu sudah timbul beberapa retakan dibagian tembok dan pondasi, dan kemarin roboh, ” ungkapnya.
Dalam kejadian tersebut, Ketut Arnaya dan sang istri kini menumpang untuk bermalam di rumah saudaranya. Dengan kejadian tersebut, Ketut Arnaya mengaku mengalami kerugian sebesar Rp. 30 Juta lebih.
“Bangunan ini sudah berusia kurang lebih 15 tahunan, yang saya buat sendiri sembari bekerja sedikit-sedikit, ” bebernya.
Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, Agus Artana Putra saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan bantuan logistik dan sembako kepada korban, yakni tenda keluarga 1 paket, selimut BNPB 2 buah, matras 2 buah, terpal 1 buah, perlengkapan keluarga 1 paket dan 1 paket sembako.
“Kalau kita dari BPBD itu memang langkah awalnya menyelamatkan orangnya dulu dalam peristiwa apapun itu. Yang kedua itu memenuhi kebutuhan dasarnya seperti tempat berlindung sementara kalau korban tidak mempunyai tempat tinggal sementara dan kebutuhan pokok yang minimal itu ada beras, ” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan segera berkoordinasi kepada pihak terkait prihal kebutuhan pembangunan rumah korban.
“Serta nanti langkah berikutnya kita sedang mengaji bantuannya rumahnya itu apakah kita akan koordinasikan dengan Provinsi atau ke Dinas PU Kabupaten Jembrana. Nanti hari senin kita akan kaji kembali untuk kebutuhan pembangunan rumahnya itu, ” pungkasnya. (gsn/mbn)























