JEMBRANA, MediaBaliNews – Sejumlah saluran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Jati di Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara, terganggu. Hal tersebut diakibatkan curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jembrana beberapa hari terakhir.
Saat dikonfirmasi, Dirut PDAM Kabupaten Jembrana, I Gede Puriawan mengatakan menghentikan sementara produksi air kepada sejumlah pelanggan dibeberapa kelurahan di Kecamatan Jembrana dan Negara.
Hal itu dilakukan, kata Puriawan, karena dampak hujan deras di Bendungan Benel mengakibatkan Bendungan penuh dengan kayu-kayu dan lumpur.
“Tadi malam kita hentikan produksi. Tadi pagi sudah produksi, nanti sudah normal, ” ungkapnya, Jumat (26/4/2024).
Menurutnya, saat ini kondisi hutan sudah parah sehingga sering terjadinya longsor dan adanya kayu-kayu yang hanyut di Bendungan Benel.
“Kondisi bendungan juga banyak endapan lumpur. Kalau kita paksakan produksi kulitas air keruh. Kalau gak deras hujannya bisa produksi, ” terangnya.
Untuk mengantisipasi situasi tersebut berlangsung lama, pihaknya mengaku akan menyediakan sumur cadangan. Supaya, proses pendistrubusian air ke pelanggan tidak terganggu nantinya.
“Sumur cadangan rencananya kita buatkan 2 aja cukup. Untuk menambah tekanan air ke pelanggan, sebagai penganti produksi di IPA Brangbang, ” ujarnya.
Adapun wilayah yang terdampak yakni Kelurahan Baler Bale Agung, Desa Kaliakah, yang berada di Kecamatan Negara. Kemudian, di Kelurahan Dauhwaru, Kelurahan Pendem, Desa Budeng, dan Desa Perancak yang berada di Kecamatan Jembrana dan sekitarnya.
Lebih lanjut, kata Puriawan, adanya gangguan tersebut diakibatkan fenomena alam. Selain itu, pihaknya menjelaskan, kondisi Bendungan Benel yang perlu maintenace. Sehingga, terjadi keterlambatan produksi.
“Mohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini, dan kita merencanakan sumur cadangan untuk antisipasi pada musim-musim ini, ” pungkasnya. (gsn/mbn)


























