Thursday, June 4, 2026
Thursday, June 4, 2026

Sepanjang 2025, Damkar Jembrana Tangani 54 Kasus Kebakaran, Rumah Tinggal dan Toko Dominan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Sepanjang tahun 2025, Bidang Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP Kabupaten Jembrana mencatat 54 kejadian kebakaran yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Jembrana.

Dari data rekapitulasi, objek kebakaran paling banyak terjadi pada rumah tinggal dan toko/tempat usaha. Berdasarkan jenis objek kebakaran, tercatat 8 kejadian rumah tinggal, 10 toko/tempat usaha, 2 gudang, 6 dapur.

Selain itu, terdapat juga 2 lahan/hutan, 8 kendaraan, 3 fasilitas umum, serta 15 kejadian lain-lain yang didominasi kebakaran instalasi listrik, mesin, hingga pohon dan sarana umum.

Sementara itu, dari sisi wilayah, Kecamatan Negara menjadi wilayah dengan jumlah penanganan kebakaran terbanyak yakni 21 kejadian, disusul Kecamatan Jembrana 15 kejadian, Mendoyo 12 kejadian, Melaya 4 kejadian, dan Pekutatan 2 kejadian.

Puncak kejadian kebakaran terjadi pada bulan Desember dengan 11 kasus, disusul Februari dan Agustus masing-masing 7 kasus. Sedangkan bulan dengan kejadian terendah terjadi pada Juli dan November, masing-masing 1 kejadian.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Jembrana, I Kadek Rita Budhi Atmaja mengatakan, sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia dan gangguan instalasi listrik.

“Dari evaluasi kami sepanjang 2025, penyebab kebakaran masih didominasi korsleting listrik, kelalaian penggunaan alat rumah tangga, serta aktivitas usaha. Karena itu kami terus mengintensifkan edukasi pencegahan kepada masyarakat,” ungkapnya, Senin (5/1/2026).

Selain jumlah kejadian, total kerugian akibat kebakaran sepanjang tahun 2025 di Kabupaten Jembrana ditaksir mencapai Rp. 2.137.750.000.

Kerugian tersebut berasal dari berbagai objek kebakaran, mulai dari rumah tinggal, toko atau tempat usaha, kendaraan, fasilitas umum, hingga kejadian lain seperti kebakaran instalasi listrik, mesin, dan sarana pendukung lainnya.

Dengan hal itu, ia juga menghimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan kompor menyala, serta memastikan lingkungan usaha dan rumah memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan darurat.

Baca Juga :  Polisi Kantongi Ciri-Ciri Truk yang Terlibat Kecelakaan di Gilimanuk

“Kami berharap ke depan angka kejadian bisa ditekan melalui kesadaran bersama. Pencegahan adalah kunci utama,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI